Band
Cora Tabora pulang ke Port Sabal setelah enam tahun bermain di kapal pesiar. Nightlute menawarinya panggung hari Kamis dengan satu syarat: ia harus membawa band sendiri. Tiga orang membalas iklan yang ia tempel di papan pengumuman pasar. Ketiganya diterima.



Corazon “Cora” Tabora trompet, Ramon Dizon piano, Ernie Salcedo drum, Nonoy Ilagan bas
- Cora Tabora trompet, pemimpin band
- Ia meniup dengan mata terpejam dan menghitung tempo lewat tumit sepatunya, kebiasaan dari geladak kapal yang selalu bergoyang. Di usia dua puluh delapan, ini band pertama yang ia pimpin sendiri.
- Ramon Dizon piano
- Ramon menghabiskan dua puluh tahun sebagai pianis pesta pernikahan, jadi ia hafal ratusan lagu dan menolak memainkan separuhnya. Kacamatanya melorot setiap kali ia tertawa, yang berarti hampir sepanjang latihan.
- Ernie Salcedo drum
- Drummer termuda di pelabuhan, dengan rambut yang berdiri lebih tinggi dari simbalnya. Kalau gugup ia malah main lebih cepat, lalu yang lain terpaksa mengejar.
- Nonoy Ilagan bas
- Ia paling sedikit bicara dan paling awal datang, biasanya dengan bas yang sudah disetel dari rumah. Topi petnya tetap di kepala, bahkan saat hujan masuk lewat atap panggung.
“Kita tidak perlu jadi band terbaik di kota, cukup jadi band yang ditunggu orang.”
Cara band bertarung
- Frasa lawan
- Jawaban Cora, satu kartu frasa
- Chord Lock: tiga anggota masuk di ketukan yang sama
Tanya jawab
Di Port Sabal, band yang berselisih menyelesaikannya lewat jam session di atas panggung. Hakimnya penonton, dan mereka tahu mana yang jujur.
Band lawan membuka dengan frasa, lalu kamu menjawab dengan kartu frasa dari tangan Cora, misalnya Rain Lick yang pendek atau Pier Run yang naik pelan. Jawaban yang paling enak mengambil nada lawan lalu membaliknya.
Tempo
Setiap giliran berjalan di atas ketukan; tekanan yang tepat menaikkan Groove band. Kalau meleset, penonton mulai melirik ke arah bar dan Groove turun pelan-pelan. Ernie paling sering meleset.
Chord Lock
Ketika dua anggota atau lebih memainkan nada yang searah di ketukan yang sama, chord terkunci dan combo terbuka. Bench Duet milik Cora dan Ramon adalah combo yang paling sulit dihentikan.
Dua belas klub
Setiap klub di kota punya band yang merasa paling hebat. Kalahkan mereka di klub mereka sendiri. Musim ditutup di Sabal Jam, festival di dermaga yang membuat jalan pelabuhan penuh orang semalam suntuk.
Lawan tanpa alat musik
Tidak ada penjahat di cerita ini, hanya hujan yang membuat penonton pulang lebih awal. Tetangga juga mengetuk jendela kalau kamu terlalu keras lewat pukul sebelas; sejak ketukan itu, volume maksimal turun satu tingkat hingga pagi.
Siang hari
Siang milik Cora sendiri. Ia mengajar anak-anak meniup tanpa menggembungkan pipi, memperbaiki trompet tetangga, dan membongkar gudang piringan pamannya. Lagu lama yang ia temukan di sana menjadi kartu frasa baru.
Port Sabal
Port Sabal adalah kota pelabuhan di laut selatan pada tahun 1962, dengan hujan yang turun hampir setiap sore. Musik berpindah dari satu atap ke atap lain. Hampir semua warga hafal band mana yang main di mana.

Pantalan Row
Jalan dermaga tempat warung ikan tutup tepat ketika Nightlute baru buka. Cora lewat di sini dengan payung pinjaman dan koper trompet yang engselnya sudah longgar. Lampu Nightlute terlihat dari ujung jalan.


Gudang Andoy
Paman Cora, Andoy Tabora, menyimpan piringan yang tidak laku sejak zaman perang, ditumpuk di rak kayu sampai menyentuh langit-langit. Tinay, murid Cora yang paling berisik, ikut menyortir sambil berlatih di atas peti.

Kalesa Room
Klub atap di seberang teluk ini kandang Los Bagyo, band saingan yang paling sering menang musim lalu. Pemimpinnya, Lolet Macaraeg, meniup saksofon tenor sambil melengkung ke belakang. Di kandang, ia belum pernah kalah.
Kabar studio
-
Trailer pertama tayang
Hari ini kami memutar trailer pertama Nightlute. Lagu di dalamnya direkam ulang dua kali, karena Ramon versi pertama kami masih terdengar seperti pianis lobi hotel.
Tonton trailer -
Seksi tiup direkam di Makassar
Empat pemain tiup lokal mengisi frasa lawan untuk klub-klub awal. Setiap frasa direkam dalam tiga tempo, agar permainan bisa melambat tanpa terdengar ditarik.
-
Maket kardus untuk cahaya panggung
Tim lingkungan membangun Nightlute dari kardus dan kayu balsa. Lampu meja menggantikan sorot panggung. Dari maket itu kami tahu di mana bayangan Ramon jatuh saat Cora berdiri.
-
Hujan dengan tiga kecepatan
Hujan di Port Sabal kini punya tiga kecepatan: gerimis, deras, badai. Masing-masing menggeser tempo dasar klub, sehingga band yang sama akan terdengar berbeda di malam yang berbeda.
Spesifikasi
- Platform
- PlayStation 5PC (Steam)
- Rilis
- 2027
- Genre
- RPG giliran berirama
- Pemain
- 1 pemain
- Bahasa teks
- Indonesia, Inggris, Jepang, Tagalog
- Suara
- Inggris, Jepang
- Kontrol
- Controller, atau keyboard dan mouse
- Penyimpanan
- Sekitar 38 GB
- Bantuan ritme
- Jendela ketukan lebar, mode tanpa batas waktu, isyarat getar
- Rating usia
- Rating usia menyusul
Angka penyimpanan masih perkiraan studio dan bisa berubah sebelum rilis, begitu pula daftar bahasa suara.