Malam ini band baru naik panggung.

Poster dua warna: Cora Tabora, rambut pixie pendek dan gaun bergaris, meniup trompet dengan mata terpejam di depan lingkaran jingga merah.
Klub Nightlute dilihat dari seberang jalan pelabuhan yang basah: jendela lengkung menyala jingga, tenda bergaris, mobil tua, hujan.

Nightlute

Rilis 2027

Tonton trailer
PS5 PC

Late Set Studio, Makassar

Judul
Nightlute
Platform
PlayStation 5, PC
Rilis
2027
Rating usia
Menyusul

Band

Cora Tabora pulang ke Port Sabal setelah enam tahun bermain di kapal pesiar. Nightlute menawarinya panggung hari Kamis dengan satu syarat: ia harus membawa band sendiri. Tiga orang membalas iklan yang ia tempel di papan pengumuman pasar. Ketiganya diterima.

Ernie Salcedo, rambut pompadour tinggi, memainkan drum dengan sapu kawat sambil menyeringai.
Nonoy Ilagan, bertopi pet dan berkumis tipis, memetik bas betot dengan mata setengah terpejam.
Cora meniup trompet sambil duduk di bangku piano yang sama dengan Ramon Dizon, bahu mereka menempel saat Ramon bermain.
Saat duet, Cora pindah ke bangku piano Ramon, sementara Ernie dan Nonoy menjaga lantai dansa tetap bergerak.

Corazon “Cora” Tabora trompet, Ramon Dizon piano, Ernie Salcedo drum, Nonoy Ilagan bas

Cora Tabora trompet, pemimpin band
Ia meniup dengan mata terpejam dan menghitung tempo lewat tumit sepatunya, kebiasaan dari geladak kapal yang selalu bergoyang. Di usia dua puluh delapan, ini band pertama yang ia pimpin sendiri.
Ramon Dizon piano
Ramon menghabiskan dua puluh tahun sebagai pianis pesta pernikahan, jadi ia hafal ratusan lagu dan menolak memainkan separuhnya. Kacamatanya melorot setiap kali ia tertawa, yang berarti hampir sepanjang latihan.
Ernie Salcedo drum
Drummer termuda di pelabuhan, dengan rambut yang berdiri lebih tinggi dari simbalnya. Kalau gugup ia malah main lebih cepat, lalu yang lain terpaksa mengejar.
Nonoy Ilagan bas
Ia paling sedikit bicara dan paling awal datang, biasanya dengan bas yang sudah disetel dari rumah. Topi petnya tetap di kepala, bahkan saat hujan masuk lewat atap panggung.

“Kita tidak perlu jadi band terbaik di kota, cukup jadi band yang ditunggu orang.”

Cora Tabora, latihan pertama di Nightlute

Cara band bertarung

Diagram satu putaran: lawan memainkan frasa di ketukan pertama hingga ketiga, Cora menjawab di birama berikutnya, lalu Ramon, Ernie, dan Nonoy masuk bersama di ketukan ketujuh untuk Chord Lock. 12341234 LawanCoraRamonErnieNonoy Diagram tegak satu putaran: frasa lawan di ketukan pertama hingga ketiga, jawaban Cora di birama berikutnya, Chord Lock tiga anggota di ketukan ketujuh. LawanCoraRamonErnieNonoy 12341234
  • Frasa lawan
  • Jawaban Cora, satu kartu frasa
  • Chord Lock: tiga anggota masuk di ketukan yang sama

Tanya jawab

Di Port Sabal, band yang berselisih menyelesaikannya lewat jam session di atas panggung. Hakimnya penonton, dan mereka tahu mana yang jujur.

Band lawan membuka dengan frasa, lalu kamu menjawab dengan kartu frasa dari tangan Cora, misalnya Rain Lick yang pendek atau Pier Run yang naik pelan. Jawaban yang paling enak mengambil nada lawan lalu membaliknya.

Tempo

Setiap giliran berjalan di atas ketukan; tekanan yang tepat menaikkan Groove band. Kalau meleset, penonton mulai melirik ke arah bar dan Groove turun pelan-pelan. Ernie paling sering meleset.

Chord Lock

Ketika dua anggota atau lebih memainkan nada yang searah di ketukan yang sama, chord terkunci dan combo terbuka. Bench Duet milik Cora dan Ramon adalah combo yang paling sulit dihentikan.

Dua belas klub

Setiap klub di kota punya band yang merasa paling hebat. Kalahkan mereka di klub mereka sendiri. Musim ditutup di Sabal Jam, festival di dermaga yang membuat jalan pelabuhan penuh orang semalam suntuk.

Lawan tanpa alat musik

Tidak ada penjahat di cerita ini, hanya hujan yang membuat penonton pulang lebih awal. Tetangga juga mengetuk jendela kalau kamu terlalu keras lewat pukul sebelas; sejak ketukan itu, volume maksimal turun satu tingkat hingga pagi.

Siang hari

Siang milik Cora sendiri. Ia mengajar anak-anak meniup tanpa menggembungkan pipi, memperbaiki trompet tetangga, dan membongkar gudang piringan pamannya. Lagu lama yang ia temukan di sana menjadi kartu frasa baru.

Port Sabal

Port Sabal adalah kota pelabuhan di laut selatan pada tahun 1962, dengan hujan yang turun hampir setiap sore. Musik berpindah dari satu atap ke atap lain. Hampir semua warga hafal band mana yang main di mana.

Cora berjalan di bawah payung hitam membawa koper trompet, menoleh ke jendela yang menyala.

Pantalan Row

Jalan dermaga tempat warung ikan tutup tepat ketika Nightlute baru buka. Cora lewat di sini dengan payung pinjaman dan koper trompet yang engselnya sudah longgar. Lampu Nightlute terlihat dari ujung jalan.

Andoy Tabora, lelaki tua berkepala botak, mengangkat piringan hitam ke arah lampu untuk memeriksa alurnya.
Tinay, anak perempuan berambut poni mangkuk, duduk di atas peti kayu meniup trompet penyok dengan pipi menggembung.

Gudang Andoy

Paman Cora, Andoy Tabora, menyimpan piringan yang tidak laku sejak zaman perang, ditumpuk di rak kayu sampai menyentuh langit-langit. Tinay, murid Cora yang paling berisik, ikut menyortir sambil berlatih di atas peti.

Lolet Macaraeg berjaket payet emas dan berkacamata mata kucing, meniup saksofon tenor sambil melengkung ke belakang.

Kalesa Room

Klub atap di seberang teluk ini kandang Los Bagyo, band saingan yang paling sering menang musim lalu. Pemimpinnya, Lolet Macaraeg, meniup saksofon tenor sambil melengkung ke belakang. Di kandang, ia belum pernah kalah.

Kabar studio

  • Trailer pertama tayang

    Hari ini kami memutar trailer pertama Nightlute. Lagu di dalamnya direkam ulang dua kali, karena Ramon versi pertama kami masih terdengar seperti pianis lobi hotel.

    Tonton trailer
  • Seksi tiup direkam di Makassar

    Empat pemain tiup lokal mengisi frasa lawan untuk klub-klub awal. Setiap frasa direkam dalam tiga tempo, agar permainan bisa melambat tanpa terdengar ditarik.

    Empat pemain tiup berdiri di depan mikrofon di ruang rekaman kecil, dilihat dari belakang.
  • Maket kardus untuk cahaya panggung

    Tim lingkungan membangun Nightlute dari kardus dan kayu balsa. Lampu meja menggantikan sorot panggung. Dari maket itu kami tahu di mana bayangan Ramon jatuh saat Cora berdiri.

    Maket kardus interior klub jazz dengan panggung dan meja kecil di atas meja kerja, disorot lampu meja.
  • Hujan dengan tiga kecepatan

    Hujan di Port Sabal kini punya tiga kecepatan: gerimis, deras, badai. Masing-masing menggeser tempo dasar klub, sehingga band yang sama akan terdengar berbeda di malam yang berbeda.

    Meja gambar di dekat jendela berembun hujan, dengan deretan studi kecil jalan pelabuhan basah.

Spesifikasi

Platform
PlayStation 5PC (Steam)
Rilis
2027
Genre
RPG giliran berirama
Pemain
1 pemain
Bahasa teks
Indonesia, Inggris, Jepang, Tagalog
Suara
Inggris, Jepang
Kontrol
Controller, atau keyboard dan mouse
Penyimpanan
Sekitar 38 GB
Bantuan ritme
Jendela ketukan lebar, mode tanpa batas waktu, isyarat getar
Rating usia
Rating usia menyusul

Angka penyimpanan masih perkiraan studio dan bisa berubah sebelum rilis, begitu pula daftar bahasa suara.

Trailer Nightlute

Jalan pelabuhan Port Sabal setelah hujan, klub Nightlute di kiri dengan jendela menyala jingga.

Buka di YouTube